Pembuktian Belanda

Perayaan pemain Belanda atas gol yang diciptakan Wesley Sneijder (nomor 10) pada akhir pertandingan

Total voetball hidup lagi!! Setelah mengejutkan dunia pada masa awal kemunculannya di tahun 70, pola permainan ciri khas Belanda ini sempat meredup pada era 90-an tapi tidak butuh waktu terlalu lama bagi sepakbola Belanda untuk menghidupkan pola ini. Kini ditangan legenda hidup sepakbola Belanda Marco van Basten, Total Football dihidupkan lagi dengan ciri khas baru 'Deadly Counter-Attack'. Pola ini sudah menunjukkan pembuktiannya dengan menghantam para finalis Piala Dunia 2006 lalu dengan skor-skor telak (vs Italia 3-0 dan vs Belanda 4-1).

Marco van Basten paling tidak telah berhasil membuktikan pernyataan 'Bermain atraktif dan menang!' yang sudah mulai banyak ditinggalkan oleh pelatih masa kini yang hanya mementingkan hasil akhir seperti yang terjadi pada Perancis dibawah Raymond Domenech dan Italia dibawah Roberto Donadoni.

Meskipun lini belakang timnas Belanda di cap menjadi titik lemah, nyatanya kelemahan itu berhasil ditutupi dengan permainan kolektif dan kecepatan-kecepatan gelandang serang serta penyerang yang dimiliki Belanda, seperti Arjen Robben, Robin van Persie, Wesley Sneijder serta Rafael van der Vaart belum lagi kualitas penyerang seperti Ruud van Nistelrooy, Klas Jan Huntelaar dan Dirk Kuyt.

Formasi Belanda ini seharusnya bisa ditiru oleh Benny Dollo, pelatih timnas Indonesia saat ini, karena karakteristik timnas Belanda dan Indonesia hampir mirip. Meskipun tidak memiliki pemain belakang yang tangguh, Indonesia memiliki gelandang-gelandang serang serta striker yang cukup baik, sebut saja Elie Aiboy dan Boasz Solossa yang memiliki kecepatan layaknya Arjen Robben dan van Persie di timnas Belanda serta power Bambang Pamungkas yang mewakili Dirk Kuyt dari Belanda. Yang jadi masalah tinggal bagaimana menanamkan permainan kolektif ke dalam timnas, hal yang sulit sekali dilakukan oleh banyak pelatih timnas sejak dahulu.

Paling gak, penampilan timnas Indonesia gak cuma membanggakan tiap jadi tuan rumah event besar aja tetapi juga saat bermain di negeri orang.

Comments

Popular posts from this blog

Numa - Numa Fever

Hari yang Aneh