Air juga punya perasaan

Air memang menyegarkan, apalagi di Semarang kalo malam panas sekali akhir-akhir ini (mungkinkah mulai masuk musim hujan?), manusia normal juga butuh air untuk mengembalikan suhu tubuhnya ke suhu normal dan juga mengembalikan air dari dalam tubuh yang hilang karena keringat.

Tapi ada yang tau gak kalo air (yang notabene benda mati itu) mempunyai sifat yang jujur? Sebuah buku yang ditulis Masaru Emoto yang berjudul The True Power of Water mengemukakan hal ini. Menurut sang pengarang, air akan memberikan respon terhadap segala tindakan yang diberikan padanya. Air yang diberi hal-hal yang baik seperti musik klasik, ucapan terima kasih atau perasaan cinta akan membentuk kristal yang mendekati sempurna. Sementara bila air diberikan hal-hal yang buruk seperti hinaan, musik metal atau kotoran akan mendapatkan bentuk yang jauh dari kristal.

Sebenarnya pendapat di buku ini masih diperdebatkan oleh sejumlah scientist, apalagi tidak melalui metode Double-Blind yang sering digunakan dalam penelitian ilmiah, tapi gw percaya ada kebenaran dari pernyataan yang dikemukakan oleh Masaru Emoto tersebut. Kenapa? karena air itu sendiri merupakan salah satu senyawa utama dalam tubuh manusia, yang notabene punya perasaan, diantaranya 75% di jaringan otot, 83% pada darah, 25% pada lemak dan 23% pada tulang. Dan apa yang paling sering digunakan manusia untuk menunjukkan perasaannya? ya... AIR! Coba kita pikir, kita mengeluarkan air mata saat sedang sedih atau sangat gembira, kita mengeluarkan air saat kita kelelahan dan kita juga mengeluarkan air saat kepanasan dan juga saat kita sedang kedinginan.

Filosofi air juga mengagumkan, dia pantang menyerah karena selalu mencari celah dari setiap halangan yang menghadang untuk menemukan tujuan akhirnya. Air memiliki kesan lembut, tapi menyimpan kekuatan di dalamnya. Air juga merupakan sumber kehidupan bagi sebagian besar makhluk hidup. Air yang bersih selalu identik dengan kesucian sehingga manusia kerap menggunakannya untuk membersihkan dirinya dari kotoran yang melekat di badan maupun di jiwa.

Sebuah pesan yang tersirat dari buku ini adalah bagaimana kita harus menghargai air dalam kehidupan kita sehari-hari, bila kita rawat air di lingkungan kita maka air juga akan memberikan balasan dan manfaatnya pada kita. Bila kita membuang-buang air, kita akan merasakan akibatnya saat kekeringan datang dan bila kita mencemari air kita akan merasakan akibatnya saat terjadi banjir.

Comments

boku_baka said…
pertama kali tahu ini pas pidato wisuda.. orangya pernah ke Undip kayaknya.
trus liat bukunya di gramed, tapi bukan yang asli itu... penerbit muslim gitu. Hu..caption gambarnya banyak yang salah, dikiranya pembaca gak bisa tulisan jepang semua kali!
Vendy said…
seperti Serieues : motor bagai manusia *lol
mynameisnia said…
aku dah baca!
penerbitnya itu MQ Publish kalo engga salah. Pengantarnya Aa Gym kok.
Sisca said…
Setuju mas, makanya air di sebut2 sebagai sumber kehidupan..andai ia berubah jadi petaka..itu pasti krn ada ulah yg tdk adil padanya.
::: Achmad ::: said…
eh, buku yg kedua dah ada lom ya :D
gaussac said…
air juga bisa jadi sumber inspirasi untuk seni bela diri macam tai chi dan wai takung...halah...nyambung ngga ya.
Arit@ said…
waaaaaaaa... dah ada yang isi posting blog kaya gini ternyata... >.< saya mau bikin jg tapi lagi cari bahan soalnya dulu pernah baca di selebaran seminar punya mama... tapi gak papa de bloger bukan buat bersaing... semangat... saya bikin linknya di blog saya yah kk TQ

Popular posts from this blog

Numa - Numa Fever

Hari yang Aneh