World Cup, Miss Universe, Science dan sebuah harga diri

Gak disangka, dah hampir 2 minggu gw gak ngeblog... banyak yang tersumbat nih di pikiran makanya TA gw gak jalan-jalan (ga ada hubungannya kali O_o)

Selewat dua minggu, banyak bgt topik penting yg pengen gw kasih komentar-komentar yang gak penting, diantaranya :

1. Final Piala Dunia 2006


Bisa dibilang ini Piala Dunia paling dramatis yang gw tau, banyak sekali drama yang terjadi disini dan yang paling fenomenal terjadi di partai puncak. Yang menurut gw menarik antara lain :
    • Rukunnya Kahn dan Lehmann, masih inget drama adu penalti antara Jerman vs Argentina, sebelum adu penalti ada adegan menyentuh yang terjadi antara Oliver Kahn dan Jens Lehmann dimana mereka berdua saling berangkulan, dan Kahn membisiki sesuatu pada Lehmann (No!! They're not GAY!!).

      Padahal mereka berdua saat itu adalah rival satu sama lain, dimana kedua-duanya saling bersaing memperebutkan posisi kiper nomor satu Jerman, yang akhirnya dimenangkan oleh Lehmann tahun ini, tapi di saat-saat genting demi kepentingan negara dan bangsa mereka bersedia melupakan friksi masa lalu untuk sebuah tujuan yang sama

      Pembuktian Klinsmann di Piala Dunia kali ini benar-benar sangat berat, bayangin aja dia rela menjadi pelatih bagi negaranya (yang juga tuan rumah)pada Piala Dunia dimana banyak pelatih Jerman lain yang tidak bersedia padahal dia tidak punya pengalaman sama sekali sebelumnya melatih sebuah tim profesional.

      Di awal-awal kepelatihannya dia banyak sekali menuai kecaman, apalagi hasil yang diraih tim Jerman dalam partai uji coba tidak memuaskan. Tapi dia tetap cuek dan akhirnya berhasil memberikan pembuktian pada saat yang diperlukan, meskipun Jerman tidak juara tapi permainan mereka (yang sebagian besar pemain muda dibawah 25 tahun) sangat menjanjikan, tentu saja akhirnya dia ditawari perpanjangan kontrak tapi entah kenapa (sakit hati, mungkin) dia menolaknya.

      Tandukan Maut Zidane. Hanya ada satu kata, TRAGIS. Di penghujung karirnya, seorang legenda mendapatkan pengalaman buruk karena sebuah provokasi yang "kurang ajar" dari Materrazzi. Demi harga diri keluarga dia rela melepaskan Piala Dunia, sebuah pelajaran berharga bagi kita karena memang masih ada hal lain yang lebih penting untuk dipertahankan daripada sebuah ambisi pribadi.

      Tapi tahun ini kayaknya lawan-lawan Italia nasibnya tragis semua ya...

      Ceko, unggulan tapi gak lolos

      Ghana, lolos tapi langsung ketemu Brazil

      Amerika Serikat,prestasi mereka sebenarnya gak mengecewakan (satu-satunya tim yang mendapat poin dari Itali loh) tapi setelah Piala Dunia pelatihnya malah diganti

      Australia, tersingkir dengan tragis gara-gara penalti hasil akting Fabio Grosso di menit-menit akhir.

      Ukraina, setelah dibantai sama Spanyol, lawan Italia kembali Ukraina dibantai lagi.

      Jerman, tuan rumah tersingkir hanya karena dua gol di menit akhir perpanjangan waktu! Bahkan peluit ditiup sebelum perpanjangan waktu masih tersisa sekitar 2 menit karena pemain Jerman sudah putus asa.

      Perancis, apalagi kalo bukan tragedi tandukan maut Zidane.

      Hal ini semakin membuktikan kalau Italia itu memang negeri mafia, mereka tidak bermain hanya dengan fisik tapi juga otak! Buat mereka harga diri negara juga penting apalagi setelah Liganya terkena kasus Calciopoli


  • 2. Miss Universe vs Brain


    Bangsa Indonesia saat ini mungkin sedang bingung entah harus berbangga atau bersedih, disaat Tim Olimpiade Fisika berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menjadi JUARA UMUM Olimpiade Fisika Internasional dengan mempersembahkan Jonathan Pradana Mailoa sebagai Absolute Winner. Sang putri Indonesia, Nadine Chandrawinata yang cantik jelita justru menunjukkan tidak qualifiednya perwakilan Wanita Indonesia yang satu ini dengan bahasa Inggrisnya yang terbata-bata dan jawabannya yang standart.

    Tetapi sepertinya hal ini tidak menjadi masalah untuk organisasi Miss Universe ini karena menurut pasar taruhan justru dia termasuk salah satu unggulan (?). Hal ini jadi pertanyaan sendiri bagi saya apa yang membuat dia bisa menjadi unggulan terutama setelah hasil wawancaranya itu?

    Maaf - maaf nih saya bukannya gak nasionalis, tapi buat saya kalau memang tidak layak didukung untuk apa didukung, lagipula ini menyangkut harga diri bangsa. Apa yang bisa dibanggakan dari sesuatu yang biasa-biasa saja dan bahkan tidak menunjukkan potensi bangsa kita yang sesungguhnya, jelas Nadine perlu berusaha lebih keras lagi untuk membuktikan kalau dirinya "pantas" untuk mewakili wanita-wanita Indonesia di mata dunia, mungkin seperti pembuktian Klinsmann yang saya sebut diatas. Dan, bila ternyata Nadine berhasil meraih prestasi di ajang Miss Universe tanpa sebuah pembuktian terutama setelah "kecelakaan" saat wawancara itu saya justru menjadi semakin skeptis lagi tentang betapa kredibelnya ajang Miss Universe ini sesungguhnya.

    Comments

    Astrid said…
    setuju banget..ehehehe, bukannya kenapa", tapi untuk jadi wakil di ajang internasional sih kayanya bahasa inggris dah jadi syarat utama deh ya, suer kaget banget pas tau bahasa inggris nadine yg super ngepas, kayanya nggak sesuai ama tampang bulenya itu =)

    anyway...forza italia! hehehehe....

    mari berjuang bersama, kamu dengan TA mu, aku dengan thesisku =)
    Avante said…
    Iya sih, kayaknya waktu milih Putri Indonesia kemaren jurinya cuma ngeliat tampang deh... ada yang bilang dia menang gara2 omongan True Friend are unlike shadow itu tapi kayaknya itu dia dapet dari quote yang biasa beredar di milis deh....

    jurinya gaptek... :P

    Mari berjuang bersama nanti kalau sudah lulus acara makan2nya dibarengin ya :D

    Popular posts from this blog

    Numa - Numa Fever

    Hari yang Aneh